DLH Diminta Segera Tanggulangi Sampah TPA Gohong

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) di wilayah Pulang Pisau, tepatnya di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Pasalnya, tumpukan sampah di TPA itu diduga seperti tidak terurus, kumuh dan terkesan dibiarkan.

Menanggapi kondisi itu, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pulpis Saripudin menegaskan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera mengambil langkah-langkah prepentif, dan jeli melihat kondisi dilapangan. Sehingga tidak meninggalkan kesan yang kurang nyaman, apa lagi cukup banyak laporan-laporan terkait kondisi TPA yang dianggap tidak terurus.

“Saya meminta DLH harus jeli melihat kodisi disana, dan jika sarana-prasarananya kurang memadai maka kita minta untuk segera dianggarkan, jika memungkinkan untuk dianggarkan pada tahun 2018 ini atau tahun berikutnya di tahun 2019 mendatang,” ujar Saripudin, kepada KabarKalteng, Rabu (21/2/2018), seraya meminta DLH untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani masalah tersebut.

Dikatakan Saripudin, TPA di Desa Gohong itu juga merupakan salah satu aset milik Pemerintah Daerah, dan ia meminta agar TPA itu bisa dipelihara oleh Dinas terkait. Menurutnya, adanya laporan kondisi TPA terkesan seperti dibiarkan, maka ia meminta agar pihak Dinas terkait segera melakukan tindakan dan segera turun kelapangan mengecek kebenaran informasi tersebut.

Sebelumnya, DLH telah ditunjuk untuk mengelola sampah dilingkungan Bumi Handep Hapakat. Dan sebelum cuti Pilkada 2018, Bupati Pulpis H Edy Pratowo juga sudah meminta agar DLH menciptakan grand starategi dalam upaya penanganan masalah persampahan yang ada di daerah setempat.

“Mulai tahun ini, penanganan masalah persampahan sudah ditangani oleh DLH bukan lagi dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ujar Edy menegaskan.

Pengalihan penanganan persampahan di DLH ini agar Dinas tersebut lebih fokus dalam mengatasi masalah sampah. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri dengan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun membuat volume sampah juga terus meningkat, sehingga diperlukan rencana yang matang dan jitu.

Selain itu juga, keluhan terkait dengan masalah persampahan ini sering muncul dari kalangan masyarakat. Mulai dari sampah yang tidak terangkut di tempat pembuangan sementara (TPS) hingga minimnya tempat sampah di lingkungan fasilitas publik.

“Hal ini yang nantinya menjadi pekerjaan rumah dari DLH untuk meminimalisir berbagai keluhan masalah persampahan yang ada di Pulang Pisau,” tandas Edy menyampaikan.[manan]


TAG