Dinkes Pulpis Imbau Apotik dan Toko Obat tak Jual Albothyl

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Menindaklanjuti surat edaran dari Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan (BPOM) mengenai larangan penjualan obat jenis Albothyl di Apotek dan toko obat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) segera mengeluarkan surat edaran tentang surat pelarangan di semua apotek dan toko obat dan lainnya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinkes Pulpis, dr Muliyanto Budihardjo kepada KabarKalteng, Selasa (20/2/2018).

“Kita sudah merapatkan terkait pelarangan obat jenis itu, dan sesegera mungkin surat edaran itu kita edarkan kesemua apotik dan toko obat di Pulpis khususnya. Intinya melarang apotek dan tokoh obat tak lagi mengedarkan Albolthyl," tegasnya.

Setelah munculnya pelarangan bahwa obat yang diketahui sebagai obat sariawan dan tergolong obat keras yang dapat memperburuk penggunanya. Berdasarkan pantauan KabarKalteng di lapangan, masih ada beberapa toko obat, apotik dan toko lainnya di daerah ini yang masih memasarkan obat jenis tersebut.

"Untuk mengeluarkan surat edaran pelarangan obat jenis Albhotyl ini tentunya segera kita laksanakan, namun kalau untuk menarik peredaran obat itu, baik di toko obat, apotik, mini market dan toko-toko lain, tentunya itu adalah kewenangan pihak BPOM. Kita hanya sebatas menyebarkan surat edaran saja," beber dr Muliyanto menegaskan.

Sebelumnya, diketahui bahwa BPOM RI membekukan izin edar Albothyl karena mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat.[manan]


TAG