• Latest News

    Selasa, 27 Februari 2018

    Deretan Kursi Depan Kosong, Waket TP4D Geram


    BUNTOK - Wakil Ketua Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Barito Selatan, Arief Mulya Sugiharto SH MH, geram melihat ASN SOPD Barsel, yang hadir dalam seminar tidak serius memperhatikan paparan yang disampaikannya.

    Ada hal menarik yang terjadi, dalam pelaksanaan seminar PBJ dan Mekanisme Kerja TP4D, yang juga merupakan rangkaian pelaksanaan kick off penandatanganan, kontrak proyek bersama di lingkungan Pemkab Barsel, Selasa (27/2/2018) di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Jaro Pirarahan.

    Waket TP4D Barsel, yang juga merupakan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel, Arif Mulya SH MH, mengancam akan keluar dari dalam ruangan acara.

    Ia yang saat itu berlaku sebagai narasumber seminar, terlihat kesal dengan tingkah laku puluhan Aparatus Sipil Negara (ASN) Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Barsel, yang hadir dalam kegiatan. Pasalnya tingkah laku puluhan ASN tersebut, dinilainya menganggap remeh tentang materi yang akan disampaikan olehnya.

    Pasalnya, banyak deretan kursi kosong di bagian depan, sedangkan para ASN yang hadir, bertumpuk di deretan kursi belakang, banyak ASN yang asyik dengan kesibukkan masing - masing.

    "Ayo maju kedepan, isi semua kursi di bagian depan, kalau tidak ada yang bergerak saya keluar dari dalam ruangan ini!" ucap Arif lantang sembari berdiri.

    Tidak sampai disitu saja, kegeraman Arif rupanya masih berlangsung, hingga sekitar sepuluh menit berikutnya. Menggunakan pengeras suara, Arif mengatakan kasihan dengan para ASN yang hadir saat itu, karena dianggapnya terlalu menilai rendah terhadap seminar yang sedang dilaksanakan.

    "Saya kasihan dengan Bapak dan Ibu sekalian, kalau menganggap materi TP4D ini remeh, nanti giliran dikirimi Kejari surat merah, baru memohon - mohon minta ampunan!" tukasnya dengan nada kesal.

    Mendengar hal tersebut, para ASN yang hadirpun terlihat bergegas bergeser tempat duduk, mengisi kekosongan di deretan kursi depan dan baru mulai serius memperhatikan pemaparan,
    yang disampaikan oleh Arif dan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Barsel, Rahmad Baihaki SH MH, menyangkut mekanisme kerja TP4D.

    Ditemui awak media di sela kegiatan, Arif menyampaikan  bahwa ia sangat menyayangkan kondisi, dimana penandatanganan kontrak komulatif yang dilaksanakan oleh Pemkab Barsel, dari sekian banyak SOPD yang ada di lingkungan Pemkab Barsel, hanya ada sebelas proyek yang ditandatangani, itupun hanya dari satu SOPD, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) saja.

    "Acara iikan kick off bersama kontrak SOPD di lingkungan Pemkab Barsel, tapi yang ada hanya sebelas proyek dari DPUPR saja yang dilaksanakan, SOPD yang lain pada kemana?" sesalnya mempertanyakan.[tampetu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Deretan Kursi Depan Kosong, Waket TP4D Geram Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top