Daun Kayu Sapat Bawa Berkah bagi Warga

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Daun kratom atau yang biasa disebut dengan daun kayu sapat, yang pohonnya kebanyakan tumbuh di pinggir sungai Barito dan sungai-sungai kecil, menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.

Daun dengan nama latin Mitragyna speciosa ini, konon katanya berkhasiat menjadi obat. Karena hal itulah, daun sapat, memiliki harga jual yang cukup tinggi, sebab daun ini merupakan komoditi ekspor yang dikirim sampai ke luar negeri.

Sahwalul pengepul daun kayu sapat, warga RT 17, Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Barito Selatan, yang sudah menjalankan usahanya selama dua tahun berjalan ini, menuturkan dengan lakunya daun kayu sapat, sangat membantu mata pencaharian alternatif bagi warga. Dengan harga jual daun sapat basah sebesar Rp2.000 per Kilogram, hasilnya sangat menjanjikan bagi banyak warga.

Sebab itulah, warga yang notabene pekerja pemotong rotan kini banyak beralih menjadi pencari daun kayu sapat dadakan, selama tidak menjalani pekerjaan pokok mereka.

"Alhamdulillah dengan lakunya daun kayu sapat ini, membawa berkah dan keberuntungan serta membantu perekonomian warga sekitar," tuturnya kepada KabarKalteng, Kamis (22/2/2018).

Para pencari daun kayu sapat ini, tidak hanya didominasi kaum laki-laki dewasa saja, tetapi ana-anak sepulang dari sekolah pun juga turut ikut mencari daun sapat, mengingat tumbuhnya pohon kayu tersebut tidak jauh dari perkampungan, bahkan ada yang tumbuh dibelakang rumah warga.

"Saya membeli dari warga sekitar, kemudian dikeringkan dan digesek memakai alat tradisional yang manual menjadi serbuk kasar, yang dijual nantinya ke pengepul besar dengan harga Rp 20.000 per kg," tutup Sahwalul.[kenedy]


TAG