Cari Durian di Kebun, Marko Ditemukan tak Bernyawa

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Marko (25) warga RT 04 Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Sabtu (24/2/2018) didapati pihak kelurganya dalam kondisi tidak bernyawa di kebun milik orang tuanya sendiri.

Saat ditemukan, kondisi tubuh Marko dalam kondisi mengenaskan. Pasalnya, di sekujur tubuhnya terdapat mata luka menganga.

"Kita menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal di kebunnya," ujar Sendri, salah seorang keluarga yang ikut melihat langsung ke lokasi saat penemuan mayat korban.

Sementara itu, Kapolsek Jabiren Raya, Ipda Junedinoto, saat dikonfirmasi Wartawan KabarKalteng, (25/2/2018)   membenarkan, pihaknya telah mendapatkan informasi adanya penemuan mayat atas nama Marko di kebun durian milik orangtuanya sendiri.

"Pada hari Sabtu sekitar pukul 15.00 WIB, telah ditemukan mayat atas nama Marko. Dan sedikitnya didapati ada tiga mata luka menganga di bagian tubuhnya, satu di bagian pantat, dada dan bagian perut sampai usus terburai," ujar Kapolsek, kepada KabarKalteng, Sabtu (24/2/2018).

Sedikit dijelaskan Kapolsek terkait kronologis kejadian, bahwa pada hari Jumat tanggal 23 Pebruari 2018 sekitar pukul 15.00 WIB, korban atas nama Marko berangkat ke kebun untuk mencari buah durian yang tak lain ialah milik orangtuanya sendiri.

Saat itu Marko (Alm) pergi dengan menggunakan perahu kecil jenis Alkon.  Setelah besok harinya pada hari Sabtu  istri almarhum merasa khawatir, karena suaminya masih belum pulang. Karena khawatir, istrinya segera memberitahukan hal itu kepada mertuanya yang bernama Yunung (62). Dikatakan istri Marko, bahwa suaminya belum pulang.

Mendengar hal itu, Yunung yang ditemani Supriadi berangkat sesegera berangkat ke kebun dimaksud untuk mencari Marko (Alm). Dan sekitar pukul 15.30 WIB mereka sampai ketujuan, dan sesampai titian sungai (batang), Yunung dan  Supriadi melihat Marko tergelak dengan posisi terlentang dan terlihat ada luka di dada, luka diperut dengan usus terburai serta luka sobek di bagian bokong sebelah kanan.

Setelah itu, Yunung, mengangkat korban ke Alkon dan membawanya ke rumah yang beralamatkan di Desa Jabiren RT 05 dan selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian ini ke Polsek Jabiren Raya.

"Telah kita amankan barang bukti (barbuk) berupa senapan angin, parang, baju dan celana yang semua peralatan korban. Dan untuk tindakan yang selanjutnya kita lakukan mencatat nama-nama saksi dan melakukan visum," terang Kapolsek Jabiren Raya.[manan]


TAG