Bersama Dinkes, Bhayangkari Gelar Penyuluhan Kanker Serviks

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Untuk menunjukan kepeduliannya terhadap bahaya kanker serviks, Bhayangkari Cabang Polres Pulang Pisau (Pulpis) menggelar kegiatan penyuluhan bahaya kanker serviks kepada Ibu rumah tangga di wilayah Pulpis, Kamis (15/2/2018).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di Mako Polres Pulpis itu, sedikitnya dihadiri 50 orang dari kalangan IRT. Hadir pula pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulpis, dr. Mulyanto Budihardjo, yang juga sekaligus selaku penyuluh bahaya dari kanker serviks dimaksud.

Ketua Bhayangkari Cabang Pulang Pisau Ny Atik Dedy Sumarsono dalam sambutannya yang cukup singkat menyampaikan, berlangsungnya kegiatan ini juga karena bertepatan dengan HUT Yayasan Bhayangkari ke-38 se-Indonesia.

Selain penyuluhan pihaknya juga bersama dokter RSUD Pulpis melakukan deteksi dini melalui IVA test serta pencegahan dan pengobatan gratis kepada ibu-ibu di Kahlir.

"Kami ingin membantu masyarakat untuk mendeteksi kesehatan Ibu-ibu, dan pemeriksaan ini juga tidak dipungut biayau," ujar Atik Dedy Sumarsono.

Sediki ditambahkannya, dengan kegiatan ini, diharapkan dapat membantu para kaum hawa dalam mendeteksi sedini mungkin terhadap penyakit.

"Kegiatan ini juga dalam rangka menambah kembali keakraban serta tetap menjalin tali silaturahmi yang baik antara Bhayangkari dan masyarakat Pulpis," ungkapnya.

Sementara itu secara terpisah, dr Muliyanto Budihardjo sedikit menjelaskan terkait penyakit kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan dengan pasangan di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

"Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan. Intinya jangan takut asal kita tetap menjaga kesehatan dan normal dalam berhubungan," kata dr Mul begitu sapaan akrabnya menjelaskan kepada KabarKalteng, Kamis (15/2/2018) via telpon seluler.[manan]


TAG