Astaga! Penyandang Disabilitas di Desa Buntoi Ini tak Dapat BPJS Gratis  

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Penyandang disabilitas yang keadaanya juga kurang mampu, ternyata masih ditemukan di Pulang Pisau. Ironisnya, warga berkebutuhan khusus tersebut masih belum ada jaminan kesehatan yang pasti oleh Pemerintah Kabupaten.

Ini seperti yang dialami warga Desa Buntoi, RT 02, Ade Chndra (31). Anak dari pasangan Yetro Uda-Kudup PP Kamis, ini diketahui menderita buta sejak lahir.

Namun sayang, Ade tidak memiliki jaminan kesehatan secara gratis yang diberikan oleh pemerintah setempat. Padahal diketahui bersama, sudah ada Undang-Undang yang mengatur tentang pemberian jaminan kesehatan bagi setiap warga penyandang disabilitas.

Mendengar adanya kabar tersebut, membuat Anggota DPRD Pulpis  H Arif Rahman Hakim AS tergugah dan sesegera menyisihkan waktunya hanya untuk mengunjungi Ade yang mengalami buta mata semenjak lahir itu.

Anggota dewan yang juga sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Pulpis yang dermawan ini, selain mengunjungi Ade, juga menyisihkan sebagian rezekinya secara pribadi kepada Ade.

H Arif mengungkapkan, dirinya merasa terpanggil untuk ikut membantu keluarga kurang mampu tersebut setelah mendapat informasi bahwa ada penyandang disabilitas yang perlu bantuan. 

"Jika di Desa Buntoi yang dekat dengan ibukota kabupaten saja masih ada warga tidak mampu dan juga penyandang disabilitas yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS gratis, apalagi untuk warga yang jauh dari kota," ungkap H Arif, kepada sejumlah awak media, Rabu (28/2/2018).

Dilanjutkan H Arif, setelah melihat langsung kondisi Ade, dirinya mengaku prihatin karena ternyata penyandang disabilitas tersebut tidak mendapatkan bantuan BJPS gratis, tetapi malah menjadi peserta BPJS Mandiri yang setiap bulan harus membayar iuran. Kondisi ini menurutnya harus menjadi perhatian serius Pemkab melalui SOPD terkait. 

"Setelah mendapat informasi, saya merasa terpanggil untuk ikut membantu meringankan beban saudara kita yang kurang beruntung. Ini tidak ada kaitannya dengan momen Pilkada," tegasnya.  

H Arif meminta SOPD terkait agar lebih proaktif melakukan pendataan warga di mana-mana. Jangan sampai ada warga tidak mampu yang tidak difasilitasi bantuan sosial.

Selain masalah BPJS, menurut Arif keluarga Yetro Uda tersebut juga mengaku sudah pernah mengusulkan agar mendapatkan bantuan bedah rumah, akan tetapi hingga saat ini belum ada kabarnya. 

"Ternyata masih ada warga kurang mampu di Kabupaten Pulang Pisau yang tidak terdata. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah daerah," pungkasnya.[manan]


TAG