2018 Pulpis masih Berpotensi Banjir dan Karhutla

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau (Pulpis) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan seluruh masyarakat agar waspada dengan bencana alam. Sebab pada 2018 ini, potensi banjir dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPBD Pulpis, Salahudin melalui Kabid Rehabilitasidan Rekonstruksi Rahmat Kartolo. Menurutnya, potensi tersebut berdasarkan data yang diterima pihaknya dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Tengah.

“Diprediksi akan ada kemarau panjang dan banjir di sejumlah kecamatan. Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat agar waspada dan hati hati, terutama bagi warga yang membuka lahan dan untuk menghadapi banjir terutama yang tinggal di pinggir sungai agar lebih waspada siapa tahu ada banjir kiriman,” ucapnya kepada KabarKalteng, Jumat (9/2/2018).

Ia mengungkapkan, daerah yang masih berpotensi mengalami banjir ialah Kecamatan Banama Tingang, Kahayan Tengah dan Malikusedangkan yang berpotensi kebakaran berdasarkan prediksi Karhutla di Kecamatan Sebangau Kuala, Kahayan Kuala, Maliku dan Pandih Batu.

“Yang paling dominan potensi banjir di KecamatanKahayanTengah dan Banama Tingang, sedangkanKarhutlayang berpotensi tinggi di Kecamatan Sebangau Kuala dan Jabiren Raya. Sebab, banyak kendala yang ditemui seperti akses jalan yang kerap terjadi kebakaran di tengah hutan hingga pemadamannya menggunakan heli waterboom,” tutur Rahmat.

Dengan adanya perkiraan tersebut pihaknya pun kini tengah mempersiapkan segala kebutuhan yang akan diperlukan seperti menyiapkan logistik. Bahkan, pihaknya juga telah memberikan imbauan ke seluruh daerah yang dinilai rawan dengan memasangkan spanduk agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan.

Terpisah, Bupati Pulpis, Edy Pratowo meminta kepada seluruh masyarakat agar selalu mewaspadai adanya bencana alam. Terlebih bisa bersama sama menjaga dan saling mengingatkan agar Bumi Handep Hapakat bisa terhindar dari musibah yang luas biasa.

“Ingat kejadian tahun 2015 lalu. Kita mengalami kebakaran hebat hingga merusak separuh dari hutan yang ada dan mengakibatkangangguan kesehatan. Jadi kami berharap agar masyarakat bisa bekerjasama dalam menanggulanginya,” harapnya.

Menurut dia, dalam upaya menjaga kestabilitasan alam tidak hanya menjadi tugas pemerintah namun menjadi tanggungjawab bersama. Sehingga kekayaan alam yang ada bisa terjaga dan terhindar dari rusaknya akibat orang yang tidak bertanggungjawab.

“Salah satunya dengan cara tidak membuka lahan dengan cara bakar. Sedangkan, untuk masyarakat yang tinggal di daerah hulu. Saya berharap agar waspada dengan segala kemungkinan yang ada terutama adanya banjir,” imbaunya.

Edy menambahkan, dengan bekerjasama, maka Karhuta bisa dihindari sehingga terhindar dari kebakaran hebat. Bahkan ia meminta apabila menemukan adanya sumber api, masyarakat dapat dengan segera melaporkan sehingga dapat bersama-sama ditanggulangi.[manan]


TAG