Kejari Pulpis Cium Dugaan Penyimpangan Retribusi Feri

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kejaksaan Negeri Pulang Pisau (Pulpis) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam waktu dekat ini dikabarkan akan melayangkan surat pemanggilan kepada sejumlah pihak-pihak yang terkait penggelolaan feri penyeberangan.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat, terkait adanya dugaan penyimpangan restribusi jasa penyebrangan feri di Kabupaten Pulang Pisau, khususnya di Kecamatan Kahayan Hilir.

Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau, H. Maryadi Idham Khalid SH MH kepada kepada KabarKalteng, Senin (22/1/2018) membenarkan bahwa pihaknya akan memanggil pihak terkait dan penggelola feri penyebrangan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.

Hal tersebut guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat, dugaan penyimpangan terhadap penggelolaan jasa penebrangan feri. Dugaan penyimpangan itu diperkuat kata Maryadi, setelah dirinya turun lansung ke lapangan pada saat menggunakan jasa penyeberangan feri dari Pulang Pisau menuju Kelurahan Kelawa pada tanggal 10 Januari 2018.

Menurut pengakuan salah satu penggelola feri penyeberangan menyebutkan, dalam satu bulan hanya menyetor Rp400 ribu kepada Pemkab Pulang Pisau, Rp200 ribu untuk jasa penyebrangan R2 dan Rp200 untuk jasa penyebrangan R4.

"Saya rasa ini ada kejanggalan, masa dalam satu bulan cuma setor 400 ribu, padahal omzet dalam setiap harinya cukup besar," ujar Maryadi.

Selanjutnya, setelah ditelaah dan didalami, laporan masyarakat ini perlu untuk dikembangkan. Sebagai langkah awal, Kejaksaan akan memulai pengumpulan data (Puldata),l dengan memanggil pihak-pihak terkait yang ada di dalamnya.

"Kita akan mulai mengumpulkan data dan mengklarifikasi kepada SOPD terkait dan penggelola jasa feri, dan pekan depan surat pemanggilan akan kita kirimkan," tandas pria kelahiran Mataram, 48 tahun silam.[manan]


TAG