Diduga Ilegal, Perusahaan Ini akan Dihentikan Warga

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Warga masyarakat Km 20 Desa Tabak, Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Barito Selatan, kembali gerah dengan aktivitas perusahaan. Kali ini PT Sindo Lumber yang menjadi sorotan warga dan akan segera dihentikan aktivitasnya oleh warga.

Dari informasi yang berhasil diperoleh KabarKalteng, Minggu (14/1/2018), diketahui puluhan warga Km 20 Desa Tabak, turun ke jalan akses milik perusahaan kayu, PT Sindo Lumber (SL) yang tengah dikerjakan perbaikannya yang akan digunakan sebagai jalan akses pengantaran batubara milik PT Palopo Indah Raya (PIR).

Kenapa aktivitas perbaikan jalan tersebut ingin dihentikan?. Menurut salah satu tokoh masyarakat Km 20,  Jesmadi, sebab dalam kegiatan perbaikan jalan akses tersebut, diduga material pasir untuk penimbunan jalan diduga ilegal.

"Kami sebagai masyarakat yang akan terkena dampak dari perlintasan ini, sangat kecewa dengan Aktivitas PT SL, sebab material pasir yang digunakan untuk penimbunan jalan izinnya tidak jelas, alias ilegal," tuding Jesmadi.

Selain itu, boikot yang akan dilakukan oleh masyarakat Km2 0 tersebut, merupakan bentuk kekecewaan masyarakat, terhadap PT PIR sebagai pengguna lintasan. Pasalnya, PT PIR yang rencananya segera beraktivitas di awal tahun 2018 tersebut, tidak menerima karyawan lokal sebagai tenaga kerja mereka.

"Kami juga kecewa, terhadap perusahaan yang akan menggunakan jalan tersebut, yakni PT PIR, yang telah merencanakan sejak jauh - jauh hari, tidak akan menerima karyawan untuk bekerja di perusahaan mereka," ucap Jesmadi.

Sampai berita ini diturunkan, pihak PT SL dan PT PIR yang sudah dihubungi via telepon, urung memberikan jawaban.[tampetu]



TAG