• Latest News

    Selasa, 23 Januari 2018

    Benarkah Perusahaan Ini Gunakan Kayu Ilegal untuk Mating Jalan?

    BUNTOK - PT Globalindo Agung Lestari (GAL) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Dadahup dan Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kuala Kapuas, disinyalir menggunakan ratusan potong kayu log ilegal, untuk pekerjaan jalan perusahaan.

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sumber Makmur, Kecamatan Dadahup, Kuala Kapuas, Losmanto. Kepada KabarKalteng, Minggu (21/1/2018), Losmanto menerangkan, bahwa ia selaku Kades di mana wilayah desanya merupakan wilayah kerja PT GAL, sangat menyayangkan atas aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit tersebut.

    Pasalnya, PT GAL menurut Losmanto, dalam pelaksanaan pengerjaan jalan mereka, diduga kuat menggunakan kayu log ilegal sebagai mating penimbunan jalan.

    "Kayu log tersebut, saya duga ditebang berasal dari wilayah desa Mangkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barsel, dan merupakan wilayah hutan lindungi," tukas Losmanto menyayangkan.

    Maka dari itu, Losmanto mengaku akan melakukan pemboikotan terhadap aktivitas PT GAL tersebut, sampai segala sesuatu yang berkaitan dengan proyek jalan itu, jelas ilegal atau legalnya.

    "Saya sebagai pemilik wilayah, akan segera melakukan penahanan terhadap kegiatan mereka (PT GAL), terkait pekerjaan jalan yang dimaksud. Sampai segalanya jelas, karena selama ini kami dari pihak desa saja belum pernah dilibatkan," tegas Losmanto.

    Ketika dikonfirmasi KabarKalteng, pihak perusahaan melalui General Manager PT GAL, Robert, via telepon mengaku tidak mengetahui perihal aktivitas yang dimaksud.

    "Saya tidak tahu mengenai kegiatan pembuatan jalan yang dimaksud, coba hubungi CD kami, yakni pak Yefri dan pak Harpani," saran Robert.

    Dikonfirmasi via telepon, Yefri selaku Humas PT GAL yang beroperasi di wilayah Kecamatan Dadahup dan Mantangai, dalam keterangannya, ia tidak mengakui bahwa yang melakukan penebangan ratusan potong kayu tersebut, merupakan pihak perusahaan.

    Yefri malah balik menuding, bahwa masyarakatlah pelaku penebangan kayu - kayu log tersebut, sedangkan pihak perusahaan hanyalah berlaku sebagai pembeli.

    "Menurut kebiasaan, kami (PT GAL) kalau menggunakan kayu log untuk mating jalan, itu pasti beli dari masyarakat. Jadi yang melakukan penebangan adalah masyarakat, karena kami hanya membeli dan menggunakan saja," kilah Yefri, saat dihubungi KabarKalteng, Minggu (21/1/2018).[tim redaksi]
    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Benarkah Perusahaan Ini Gunakan Kayu Ilegal untuk Mating Jalan? Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top