Awalnya Iseng, Seorang Gadis Raup Untung dari Usaha Ini

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG - Seorang gadis asal Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Barito Timur, meraup untung jutaan rupiah dari usaha kue.
Berawal dari iseng - iseng, melayani pesanan tetangga rumah, gadis yang berprofesi sebagai guru BP di SMP 2 Dusun Tengah, Bartim, Saman Sundari (27), meraup untung hingga jutaan rupiah perbulan dari usaha rumahan pembuatan kuenya.

"Awalnya iseng mas, tetangga pesan dibikinkan kue untuk komsumsi acara pertemuan sekabupaten waktu itu, eh akhirnya keterusan sampai sekarang, karena enak dan murah kata mereka," cerita Sundari.

Dengan harga jual perloyang kue sebesar Rp40.000 - Rp50.000 untuk yang biasa, dan Rp100.000 keatas untuk jenis kue dengan hiasan karakter, dara kelahiran tahun 1990 ini, mampu menjual hingga enam loyang kue perharinya.

"Lumayanlah mas, keuntungan perhari bisa mencapai Rp200.000, jadi kalau dalam sebulan bisa mencapai omset Rp5 juta sampai Rp6 juta," jelasnya.

Karena semakin ramainya pesanan, Sundari kini sudah menciptakan merk dagang sendiri, yakni Queen Cake, untuk mempermudah pelanggan mengingat dan memesan produk asli miliknya.
"Supaya mudah diingat, sekarang saya sudah punya merk dagang sendiri, yakni Queen Cake," terangnya.

Lanjut Sundari lagi, dirinya bisa membuat kue - kue tersebut, merupakan hasil dari belajar tutorial di media sosial youtube.

Selain belajar otodidak di media sosial, Sundari juga mengaku sangat terbantukan dengan adanya media sosial, seperti facebook dan aplikasi pesan singkat whatsaap, yang merupakan wadah dia mempromosikan barang dagangannya.

"Setiap orang pesan sama saya, kebanyakan via facebook dan whatsaap mas,  jadi selain media sosial membantu saya dalam hal meningkatkan keahlian saya dalam membuat kreatifitas baru dalam pembuatan kue, dan juga merupakan media promosi dan berdagang yang bagus dan cepat," ucap Sundari senang.[tampetu]
TAG