Ada Pungli.?, Ini Tanggapan Pihak Samsat

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Dugaan praktik pungli di Kantor Samsat Pulpis yang dilakukan oknum calo tenaga kontrak, mendapat tanggapan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendapatan Daerah (UPTPPD) Samsat Pulpis, Zainal, Kamis (18/1/2018).

Zainal menepis kalau Samsat Pulpis melakukan praktik pungli, mengingat selama ini kinerja yang mereka lakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, diakuinya tidak menutup kemungkinan ada sejumlah oknum yang mungkin melakukan praktik tersebut. Akan tetapi kemungkinan bukan dari pihak Samsat.

"Kalau dari pihak Samsatnya tidak ada yang namannya pungli. Karena pihaknya menjalankan tugas sesuai aturan yang ada. Kalau dari oknum yang lain tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi, mengingat di kantor Samsat ini merupakan kantor satu pintu yang di dalamnya ada tiga instansi, yakni Samsat, UPTPPD dan Bank Kalteng," ucapnya di ruang kerjanya saat dikonfirmasi sejumlah media masa yang memberitakan guna melaksanakan hak jawab/klarifikasi.

Sedikit dijelaskannya, bahwa untuk perpanjangan STNK atau plat motor itu terhitung masa berlakunya. Maka itu memang akan dikenakan biaya sesuai dengan biaya yang sudah ditentukan oleh aturan yang ada sesuai dengan jenis kendaraannya apakah roda dua atau roda empat.

Dari itu, pihaknya kembali menegaskan kalau dari Samsat tidak pernah melakukan pungli, karena itu pasti sudah melanggar aturan dan tentunya hal itu melawan hukum.

"Jadi kami harapkan, kalau ada warga yang ingin mengurus surat kendaraan bermotor baik perpanjangan atau hal lainnya, kami sarankan langsung ke loket. Di situ akan dijelaskan syarat-syarat terkait persyarakatan administrasi bahkan sampai biaya riilnya. Jadi, jangan sampai melalui oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, seperti calo," tandasnya.

Dengan adanya kejadian ini, lanjutnya, pihaknya tentu akan berbenah diri dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat ini. Dengan harapan ke depannya akan lebih baik lagi dan terhindar dari yang namanya calo apalagi praktik pungli.

"Ya kita tetap akan memberikan sanksi kepada oknum yang kalau memang terbukti melakukan pungutan diluar aturan yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Koordinator Samsat terkait hal ini, pihaknya berteri makasih dengan info ini. Ke depannya diharapkan akan lebih baik lagi, tidak ada yang namanya calo apalagi pungli.

"Namun, perlu saya imbau bagi masyarakat yang berurusan tentang surat kendaraan bermotornya di Samsat, baik itu perpanjangan surat kendaraan, ganti plat, bayar pajak atau hal lainnya jangan sampai melalui jasa calo, karena kalau menggunakan jasa calo maka tentu akan ada konsekunsi biaya tambahan yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan," pintanya.

Wajib pajak/pemilik kendaraan bermotor, tidak langsung membayarkan pajak kendaraannya ke Samsat. Kemungkinan karena tidak mau repot, jadi melalui pihak lain atau yang akhirnya dia sebut sebagai calo (padahal atas keinginan sendiri).

"Jadi info dari orang tersebut, dan berdasarkan keterangan dari orang tersebut mengatakan pungli padahal bisa saja itu uang jasa. Dari itu kalau mau mengurus surat kendaraan di Samsat jangan melalui calo, harus datang sendiri," tutur AKP Roy A Tambunan, selaku Kepala Koordinator Samsat Pulpis saat dikonfirmasi Kabarkalteng, Kamis (18/1/2018) via WhatsApp.

"Ya kita juga akan memperbaiki lagi ke depannya, terkait pelayanan di Samsat ini, dan apabila memang terbukti adanya pungli, maka kita akan berikan sanksi tegas kepada oknum yang berani bermain," tegasnya kembali.[manan]


TAG