Warga Pilang Serahkan Senpi Rakitan ke ke Kantor Polisi

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU-  Aparatur Desa Pilang Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), membantu warganya menyerahkan sepucuk senjata api (senpi) rakitan kepada Polsek Jabiran Raya.

"Kita membantu ahli waris (red)  menyerahkan sepucuk senpi rakitan atau yang biasanya disebut Dum-duman yang pemiliknya sudah tiada (meninggal) ke pihak Polsek Jabiren," ujar Leson, Kades Pilang kepada KabarKalteng, Rabu (27/12/2017).

Dikatakan Leson, pihak desa tentunya sangat mengapresiasi warga atau masyarakat yang dengan sukarela untuk menyerahkan senpi rakitkan itu kepada pihak Polsek Jabiren.

"Kita hanya membantu masyarakat setempat apabila masih ada menyimpan senpi rakitan, untuk menyerahkan kepihak kepolisian setempat," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jabiran Raya   IPDA Junedinoto membenarkan ada salah satu warga Desa Pilang yang menyerahkan sepucuk senpi rakitan yang dibantu langsung oleh pihak kepala desa setempat.

Terkait penyerahan senpi rakitan yang biasa warga menyebutnya dengan nama 'Dum-duman' itu, sebelumnya Polsek memang sudah memberikan semacam imbauan kepada seluruh masyarakat di wilayah hukumnya untuk menyerahkan senpi rakitan kepihak Polsek.

"Bagi warga setempat yang masih memiliki atau memyimpan senpi rakitan kiranya dapat segera menyerahkan kepihak Polsek setempat yang nantinya juga akan dibantu oleh pihak desa," tandasnya.
 
Kapolsek juga sangat berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Jabiren yang masih menyimpan senpi rakitan ilegal dan sejenisnya untuk dapat menyerahkan kepihak berwajib.

Ini mengingat, senpi rakitan ilegal itu bagi yang sengaja menyimpan akan ada konsekuansi hukumnya. Maka dari itu, Polisi mengingatkan untuk yang masih memilik senpi rakitan segera menyerahkan. Selain itu, senpi itu sangat berbahaya apabila dimiliki dan digunakan oleh masyarakat.

"Kembali saya imbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senpi ilegal dan sejenisnya untuk suka rela menyerahkan kepihak Polsek setempat," tegasnya.[manan]


TAG