Waduuh..! Mantan Dirut Rumah Sakit Pulpis ini Enggan Kembalikan Mobdin, Kenapa Ya..?

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Persoalan aset di setiap daerah memang masih menjadi catatan penting dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Salah satunya aset kendaraan dinas.

Di Pulang Pisau, hal tersebut juga menjadi perhatian serius. Ini mengingat masih ada sejumlah aset daerah berupa kendaraan dinas yang belum dikembalikan oleh pemakainya. Seperti kendaraan dinas yang masih dimanfaatkan oleh mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pulpis, Frans H Surentu.

Menurut Kabag Umum Setda Pulpis, Daryatno, Jumat (22/12/2017), penarikan kendaraan dinas milik Pemkab Pulpis ini untuk menindaklanjuti arahan dari BPK terkait masih adanya sejumlah kendaraan dinas khususnya roda empat yang masih dikuasai pihak yang sudah tidak ada haknya lagi (Pensiun). Seperti kendaraan roda empat yang masih dimanfaatkan mantan Direktur RSUD Pulpis yang sudah pensiun atas nama dr Frans H Surentu

"Pemkab bersama tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, sudah melakukan penarikan kendaraan dinas tersebut yang selama ini masih dimanfaatkannya. Padahal memang sudah tidak ada haknya lagi," ucap Daryanto saat di lokasi rumah dr Frans H Surentu.

"Aset daerah yang masih dipakai oleh saudara Frans itu sudah kita tarik, meski ada satu lagi yang masih belum kita tarik, karena alasannya mobil yang satunya masih dibengkel," imbuhnya. 

Meski sedikit sempat bersitegang karena yang bersangkutan terkesan tidak mau mengembalikan mobdin tersebut, pihak Pemkab dengan tim satpol PP terpaksa harus membawa satu dari dua mobil yang masih dimanfaatkan oleh dr Frans dengan sedikit paksaan.

"Sejauh ini, Pemda Pulpis sudah berulang kali melayangkan surat peringatan kepada yang bersangkutan yang masih menguasai kendaraan dinas tersebut untuk secepatnya dikembalikan. Namun peringatan tersebut tampaknya tidak ditanggapi, sehingga terpaksa kami tarik dengan sedikit paksaan," ungkapnya.

Ditambahannya, untuk aset daerah berupa kendaraan dinas ini yang lainnya sudah ada yang menyadari dan langsung mengembalikannya. Namun, aset daerah  yang dipakai dr Frans itu untuk proses pengembalinnya sedikit ada kendala.

"Kita terima asalannya, namun tetap kita cari mobdin yang satunya itu yang katanya masih tahap perbaikan dibengkel," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pulpis, Hans Kenedison mengungkapkan, terkait penarikan kendaraan dinas ini, sebelumnya pihak Pemkab sudah memberikan teguran dan bahkan sudah disurati agar segera dapat mengembalikan mobdin yang dia pakai selama ini. Tetapi tampaknya teguran tersebut tidak  diindahkannya, sehingha kita terpaksa mengambil dengan sedikit paksaan.

"Karena yang bersangkutan (dr Frans) masih belum mau menyerahkan mobdin yang satunya, maka selanjutnya kemungkinan akan kita berikan lagi semacam surat peringatan. Apabila itu tidak diindahkan jua, maka terpaksa akan kita lakukan penarikan lagi meski harus dengan paksaan," tegasnya.

Sementata itu, ditanya oleh sejumlah awak media terkait penarikan itu, dr Frans H Surentu mengaku kalau dirinya masih bersikeras pada pendiriannya untuk tetap mempertahankan mobdin dinas yang ia pakai itu. "Bisa saja saya kembalikan aset ini, asal aset yang lainnya juga sudah dikembalikan," tukasnya.

Kembali ditanya alasannya secara detail, dr Frans kembali beralasan. "Saya pasti kembalikan aset ini, asal aset yang lainnya berupa mobdin semuanya sudah kembalikan, baru saya kembalikan juga," tandasnya.

Sementara itu, data yang berhasil dihimpun KabarKalteng, diketahui kalau jumlah aset berupa kendaraan dinas yang sebelumnnya sudah dikembalikan ke Pemkab itu sudah ada enam unit, dan sisanya yang masih ada di tempat dr Frans H Surentu.[manan]


TAG