Tradisi Potong Pantan Sambut Kedatangan Bupati Ben

Print Friendly and PDF


KUALA KAPUAS – Merupakan suatu tradisi bagi orang Dayak dalam menyambut tamu yang dihormati baik pejabat maupun pribadi yang baru untuk pertama kali datang, selalu mengadakan yang namanya potong pantan dan juga tampung tawar.

Ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan rasa hormat atas kedatangan tamu tersebut dan juga sebagai doa-doa dan ungkapan atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga tamu tersebut boleh sampai di tempat tujuan.

Dalam doa-doa dan ungkapan yang disampaikan, biasanya dilakukan oleh para tokoh agama maupun tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat juga agar tamu tersebut selalu diberikan kekuatan, kesehatan serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa baik dalam tugas maupun bagi keluarganya.

Demikian juga ketika Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beberapa waktu yang lalu saat meresmikan Gereja Sinta Dusun Tumbang Mamput Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah, Bupati yang kala itu didampingi Isteri Ny Ary Egahni Ben Bahat SH berserta rombongan disambut dengan acara adat Dayak Potong Pantan serta tari-tarian penyambutan oleh Warga Desa Bronang binaan PT Asmin Bara Bronang.

Usai peresmian Gereja, Bupati beserta Isteri dan rombongan diundang Kepala Desa Bronang Bagariadi untuk datang ke rumah pribadi beliau dalam rangka silaturahmi. Pada kesempatan itu Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Isteri Ny Ary Egahni Ben Bahat,SH disambut dengan penuh kekeluargaan oleh Kepala Desa dan Isteri serta masyarakat dan para tokoh di Desa tersebut.

Pada saat itu juga dilaksanakan pemasangan batu tekang hambaruan yang dilakukan oleh Kepala Desa Bronang Bagariadi bersama Isteri masing-masing kepada Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan Isteri Ny Ary Egahni Ben Bahat,SH, serta dilanjutkan dengan acara tampung tawar yang dilakukan oleh para tokoh Adat, tokoh Agama, tokoh masyarakat  serta para tetua di Desa tersebut.[angga]     

 


TAG