Perusakan Sandung di Kalawa, Anggota Dewan Ini Minta Polisi Cepat Tangkap Pelakunya

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Menanggapi adanya pengrusakan salah satu "Sandung" di Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau yang diduga dilakukan oleh oknum atau sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab dan sudah dilaporkan warga setempat ke pihak berwajib.

Anggota Dewan DPRD Pulpis, Johansyah mengatakan, selaku warga atau masyarakat yang seyogyanya mencintai dan melestarikan situs sejarah. Apalagi hal itu, merupakan peninggalan nenek moyang/leluhur.

"Itu tidak seharusnya terjadi, karena sandung itu adalah makam leluhur (suku dayak) yang mestinya harus dihormati terutama oleh keturunan dan masyarakat sekitar. Keterlaluan kalau dirusak apalagi sampai menjarah barang-barang yang berada dalam sandung tersebut," katanya kepada KabarKalteng, Jumat, (8/12/2017) via seluler.

Menurutnya, sandung adalah merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sampai ini tak ternilai harganya. Dimana lanjutnya, sandung memiliki nilai spesifik bagi suku dayak. "Jadi, harus sama-sama kita jaga dan pelihara, bukan malah dihancur atau dijarah," begitu katanya dengan sedikit nada geram.

Selain itu juga, tambah kader terbaik partai Gerindra ini, sandung juga merupakan simbol dari ke khasan suku dayak. "Jadi, sangat tidak etis bilamana ada oknom atau pihak-pihak sampai melakukan hal tersebut," ujarnya.

Dirinya tentu sangat berharap kepada semua pihak terkait, khususnya pihak kepolisian agar dapat mengusut serta menindak pelakunya nanti apabila didapati terbukti melakukan pengrusakan serta penjarahan "Sandung" tersebut.

"Kami tentunya sangat mendorong pihak  berwajib untuk mengusut dan menindak pelakunya. Entah nanti juga, dari pemkab setempat atau pihak adat setempat terkait sangsi bagi pelaku yang terbukti, seperti apa, itu proses selanjutnya," tuturnya.

Sedikit ditambahkannya, katanya juga selama ini sudah banyak aset yang dirusak. Seperti belum lama tadi adanya pengrusakan vot bungas, corat coret dinding taman laut dan fasilitas  penerangan pada taman laut seperti lampu bola juga turut dirusak.

"Hal semacam ini tentunya tidak bisa kita lihatkan berlarut-larut, meski harus ada tindakan tegas atau kesadaran dari masyarakat terlebih lagi pemda setempat, bagaimana tindakan atau pencegahannya," tegasnya.[manan]


TAG