Peduli Sesama, RAPI Pulpis Ajak Bantu Keluarga Sukardi

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU- Beranjak dari niat luhur dan rasa kemanusian yang peduli akan sesama, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) melakukan penggalangan dana untuk membantu Sukardi, salah satu warga Kelurahan Bereng Rt 007, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau yang keadaannya kurang mampu dan dalam kondisi sakit parah.

"Kita mengajak kepada para dermawan sekalian untuk bersama-sama dapat membantu bapak Sukardi yang saat ini sedang mengalami sakit parah," ucap Rio, salah satu anggota RAPI Pulpis kepada KabarKalteng, Jumat (22/12/2017).

Sebelumnya diketahui, Sukardi berusia 50 tahun yang kesehariannya sebagai nelayan kecil ini, didiagnosa oleh dokter spesialis terserang penyakit dalam.

"Bapak Sukardi ini didiagnosa dokter kena komplikasi. Penyakit yang dideritanya di antaranya sakit batu ginjal, paru paru, dan maag. Dirinya sudah tiga kali dirawat di RSUD Pulpis dan belum lama tadi sudah dirujuk ke Rumah Sakit Doris Silvanus Palangka Raya untuk penanganan lebih insentif. Namun, penyakit komplikasi yang dideritanya itu membuat pihak rumah sakit bertahap dalam proses penyebuhannya," kata Rio yang  mengetahui kondisi Sukardi.

Dengan kondisi dan keadaan seperti itu,  Sukardi dan keluarga kecilnya tentu sangat berharap kepada selain para dermawan juga pastinya dari pihak pemerintah setempat untuk kembali memperhatikan dan membantunya dalam proses pengobatan berkelanjutan.

Sukardi dan keluarga kecilnya, yang diketahui Rio saat ini hanya bisa pasrah dan berdoa. Dengan harapan Sukardi bisa kembali lagi sehat dan dapat berkerja seperti semula, mengingat selama ini yang memenuhi kehidupannya sehari-hari hanya bergantung dari uluran tangan keluarganya.

"Saat ini dirinya memang sudah memiliki BPJS gratis dari pemerintah. Meski demikian, dirinya dan keluarga kecilnya juga perlu mendapat perhatian lainnya," kata Rio.

Diketahui Rio juga, untuk jenis penyakit batu ginjal dari komplikasi yang diderita Sukardi sampai saat ini dokter tidak berani untuk melakukan operasi mengingat Sukardi juga memiliki sakit paru-paru yang akut dengan alasan itu dokter tidak berani mengambil resiko.

"Dokter tidak berani operasi batu ginjalnya, karena khawatir berdampak dengan paru-parunya yang juga akut. Jadi disarankan dokter untuk penyembuhan paru-parunya dulu baru pihaknya berani melakukan operasi bau ginjal bapak Sukardi," sedikit terang Rio.

Selanjutnya, sampai anggota RAPI berkunjung di kediamannya, kondisi Sukardi semakin menurun. Hal ini tentunya menjadi perhatian bersama untuk kesembuhan dan kebutuhan sehari-hari bagi Sukardi dan keluarga kecilnya. Keadaan Sukardi semakin hari semakin menurun, tambah drop. "Harapan kita tentunya ada lagi bantuan selanjutnya dari pemerintah dan pihak terkait lainnya," imbuhnya.

Kepedulian dari pihak RAPI tersebut tentunya menjadi sebuah pelajaran berharga bagi semua agar dapat saling berbagi antar sesama. "Meski kepedulian tersebut bukan hanya dinilai dari segi materi saja, akan tetapi bagaimana menanamkan rasa saling peduli kita sebagai makhluk sosial," tutupnya.[manan]


TAG