Karena Termohon tidak Tertera Dalam Gugatan, Praperadilan Kariadi Sempat Diskor

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Sempat diskor selama 30 menit, karena yang menjadi termohon dalam surat permohonan praperadilan tidak tertera, sidang praperadilan Kabid Distako, Kariadi SIP, dilanjutkan terlambat setelah pemohon melakukan perbaikan, terhadap surat permohonan.

Pantauan KabarKalteng, dalam ruang persidangan, di Pengadilan Negeri (PN) Buntok, pada sidang praperadilan yang mengagendakan pembacaan permohonan oleh pemohon, atas nama Kariadi SIP, dan tanggapan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Barito Selatan. 

Sempat terjadi skor dalam sidang praperadilan, yang dipimpin oleh Hakim tunggal, Agustinus SH, Kamis (21/12/2017) tersebut. Sebabnya adalah, dalam surat permohonan yang diajukan oleh Kariadi SIP melalui kuasa hukumnya, Arlansyah SH, tidak tertera dengan jelas siapa yang menjadi termohon dalam sidang tersebut.

Terkait hal tersebut, Arlansyah sempat mengutarakan bahwa dalam permohonannya sengaja tidak tertulis secara langsung kepada siapa yang dijadikan termohon, sebab dalam surat permohonannya, secara substansial telah dituliskan nama instansi.

"Secara subtansial sudah tertera Kajari Barsel, jadi menurut saya tidak perlu ditulis secara orang - perorangan," ucap Arlansyah di hadapan Hakim, kala diminta memeriksa kembali surat permohonan yang dimaksud.

Namun menurut Hakim, karena praperadilan merupakan sidang perdata, maka harus ada yang menjadi termohon dan pemohon yang jelas. 

"Ini kan sidang perdata, tidak bisa termohon ataupun pemohonnya secara subtansial saja, harus jelas dituliskan siapa yang menjadi penggugat dan siapa yang menjadi tergugat!," tegas Agustinus.

Di sisi lain, pihak Kejari barsel yang diwakili oleh Jaksa Aditya Narwanto, mengungkapkan keberatan terhadap surat permohonan yang diajukan oleh pemohon. Sebab apabila tidak tertera dengan jelas siapa yang menjadi termohon, menurut Aditya, sidang akan menjadi kabur karena tidak jelas siapa yang akan dibela oleh pihaknya.

"Kami keberatan, harus jelas siapa yang menjadi termohon, dalam persidangan ini," ungkapnya.

Akhirnya disepakati, bahwa pihak pemohon memperbaiki dulu surat permohonan dan mencantumkan dengan jelas siapa yang menjadi termohon.

Akibat dari perbaikan tersebut, persidangan pun diskor selama 30 menit, dan karena pihak pemohon melakukan perbaikan harus ke rumah, maka persidangan pun terlambat 20 menit dari batas skor yang sudah diputuskan oleh Hakim.[tampetu]


TAG