Jual Kaos dan Patungan, WWI Bartim Komitmen Lestarikan Ikan Endemik

Print Friendly and PDF


TAMIANG LAYANG - Patut diacungi jempol, Kelompok anak muda Wildwater Indonesi (WWI) Kabupaten Barito Timur, yang berkomitmen menjaga perairan dan species ikan endemik, meskipun dengan dana dari hasil jualan kaos dan dana dari patungan anggota.

Kepada Kabar Kalteng, Sabtu (9/12/2017), Ketua WWI region 43, Bartim, Andrianto, mengaku bahwa dirinya dan teman - teman yang tergabung dalam WWI. Telah berkomitmen, menjaga dan melestarikan lingkungan perairan serta ikan endemik yang ada di Bartim.

Guna mencapai misi pelestarian lingkungan tersebut, WWI Bartim mempromosikan kepada masyarakat melalui berbagai media, yakni dengan memasang baliho, spanduk dan sarana informasi lainnya. Tujuannya tidak lain, adalah untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar menggalakkan sungai bebas sampah, serta menghentikan penggunaan racun ikan, setrum, bom dan segala jenis alat tangkap ikan, yang bisa merusak lingkungan.

"Kami (WWI) berharap, bahwa dengan gerakan ini, semua orang bisa sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Semuanya bertujuan, demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan flora dan fauna, khususnya ikan endemik Bartim, yang saat ini sudah banyak dilaporkan hampir mengalami kepunahan," harapnya.

Menyangkut pendanaan kegiatan, Andrianto menjelaskan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh WWI selama ini, didanai secara mandiri.

"Sumber dana kami, ya dari jualan kaos produk sendiri yang bertuliskan WWI dan segala macam imbauannya. Serta kalau hasil penjualan kaos tersebut kurang, untuk mendanai kegiatan, kami seringkali melakukan patungan dana dari semua anggota," terang Andrianto.

Diceritakan Andrianto, WWI sendiri terbentuk sejak 30 April tahun 2016, oleh seorang pemancing (Angler) profesional, Michael Risdianto.

Berawal dari kunjungannya kepedalaman Kalimantan Barat, yang menyaksikan masyarakat menangkap ikan dengan alat setrum, membuat dia (Michael) prihatin dan segera membentuk WWI, yang hingga hari ini telah terbentuk hampir di seluruh Indonesia.[adi]


TAG