Jalin Sinergi, PWI dan IWO Bartim Sepakat Jaga Kode Etik Jurnalistik

Print Friendly and PDF


TAMIANG LAYANG - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Barito Timur, sepakat agar wartawan dan pelaku jurnalistik lainnya, yang ada di Bartim untuk selalu menjaga kode etik jurnalistik.

Hal ini disampaikan langsung, oleh Ketua PWI Bartim, Yulius Yartono, Rabu (20/12/2017), ia menyerukan ajakan kepada seluruh wartawan dan pelaku jurnalistik yang berada di area Bartim. Agar selalu melakukan aktivitasnya, sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Hal ini, merupakan bentuk keprihatinan Yulius, terkait banyaknya keluhan dari pemerintah desa yang ada di Bartim. Bahwa terlalu banyak oknum yang mengaku sebagai wartawan, mendatangi beberapa Kepala Desa, dengan alasan membantu pengawasan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), tapi berujung dengan meminta uang bensin.

"Saya prihatin, kejadian seperti ini akan mencoreng nama wartawan dan pelaku jurnalistik. Maka dari itu, saya ingatkan terus kepada wartawan yang bernaung di PWI Bartim, agar selalu melaksanakan tugas kewartawanan sesuai dengan kode etik jurnalistik dan saya harap kedepannya, tidak ada lagi keluhan dari Kades maupun Kadis SOPD," Imbaunya.

Mengenai hal tersebut, Yulius, juga mengatakan akan menindak tegas para anggota PWI Bartim, yang diketahui melakukan pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik.

"PWI pasti akan lakukan tindakan tegas, bagi siapa saja wartawan yang bernaung di PWI Bartim, ditemukan terbukti melakukan tindakan di luar kode etik jurnalistik, seperti yang tertuang dalam UU Jurnalistik, Nomor : 40 Tahun 1999," tegas Yulius.

Di tempat berbeda, Elsa Susanti SH, Ketua IWO Bartim, memberikan nada sepakat dengan apa yang digaungkan oleh PWI. Karena menurut Elsa, Wartawan merupakan salah satu komponen penting, dalam penentu kebijakan pemerintah dan pembangunan. Maka sangatlah penting, wartawan dalam menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kode etik yang berlaku.

"Kode etik jurnalistik itu, merupakan landasan wartawan dalam melaksanakan tugas dan harus dipatuhi. Tentunya wartawan sebagai mitra pemerintah dan masyarakat, perlu menjunjung tinggi, ketentuan yang berlaku agar nama wartawan dan pelaku jurnalistik tidak tercoreng," pungkasnya.[adi]


TAG