Ini Daftar Mobdin yang Sudah dan Belum Dikembalikan

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU- Perbincangan terkait proses penarikan aset daerah berupa mobil dinas (mobdin) yang dipakai mantan Dirut RSUD Pulpis, dr Frans H Surentu  oleh Pemkab Pulang Pisau, menjadi viral di kalangan pegiat media sosial (Medsos) Facebook.

Iti u karena penarikan aset daerah itu dinilai dr Frans tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan terkesan tidak profesional, sehingga menjadi buah bibir dan perbincangan hangat di medsos bahkan mencuat ke lingkungan  masyarakat.

Sebelumnya dr Frans diketahui masih memanfaatkan mobdin, meski yang bersangkutan sudah menjalani purna tugas. Pemkab sendiri mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan bersangkutan, namun tidak ada tanggapan hingga akhirnya Pemkab melayangkan surat pemberitahuan/peringatan untuk secepatnya mengembalikan mobdin.

Setelah mendapatkan semacam surat peringatan sekaligus teguran itu, diketahui seluruh pejabat yang sudah purna tugas langsung merespon dan langsung mengembalikan mobdin yang selama ini mereka masih pakai.

Tak terkecuali dr Frans yang masih bersikeras belum bisa mengembalikan mobdin tersebut dengan dalih sesuai dengan alasannya yang sempat dibeberkannya kepada sejumlah awak media yang bertugas di Pulpis beberapa waktu lalu dan kembali dikutip.

"Pejabat yang lain yang juga sudah purna tugas masih belum ada yang mengembalikan, jadi untuk apa saya kembalikan. Harus adil dong, masa saya saja yang harus mengembalikan mobdin ini," katanya.

Nah Menyikap hal tersebut, Kabag Umum Setda Pulpis, Daryatno mengungkapan, pihaknya dalam proses pengambilan aset daerah berupa mobdin di tempat mantan Dirut RSUD Pulpis dr Frans itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sebelumnya kita sudah menyurati kepada sejumlah eks pejabat yang masih menggunakan mobdin, untuk secepatnya mengembalikan. Nah terus di mana salahnya kita," ujar Daryatno saat dikonfirmasi KabarKalteng, Selasa (26/12/2017).

Dikatakan Daryatno, kisruh di dunia maya memang sedikit membuat persepsi orang yang membacanya akan berbeda pandangan apalagi kalau dipelintirkan, tentunya akan menjadi sedikit polemik. Namun, lanjutnya hal itu tidak menjadikan kita patah semamgat dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara.

"Biasalah dunia maya, intinya kita sudah melakukan aturan yang berlaku alias sesuai prosedurnya terkait pengambilan mobdin yang dipakai eks dirut RSUD Pulpis itu. Jadi, kita rasa biarkan masyarakat yang menilai siapa yang benar dan yang salah. Namun perlu juga diingat di sini, kita tidak mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Akan tetapi di sini kita mencari bagaimana rasa tanggungjawab dan rasa kesadaran diri kita saja lagi," tandasnya.

Daryatno juga mengatakan, kalau pihaknya sampai saat ini masih menunggu pihak yang bersangkutan untuk dapat segera mengembalikan mobdin yang katanya masih diperbaiki.

"Kita tentunya masih melakukan upaya koordinasi yang baik, biar jangan ada lagi kesan menyalahkan pihak pemkab setempat. Intinya, selain menunggu kami juga melakukan upaya mengecekan untuk menelusuri keberadaan mobdin yang masih belum dikembalikan yang katanya masih dalam perbaikan (dibengkel)," ungkapnya

Diterangkan Daryatno, untuk jumlah mobdin sebelum dikembalikan ke pihak Pemkab itu sejumlah tujuh unit mobdin dan yang sudah dikembalikan sampai saat ini, yang tersisa satu unit masih di tempat dr Frans.

"Yang sudah mengembalikan mobdin pemkab Pulpis itu atas nama; M Hatta (KH 58 JU) jenis Toyota Kijang, Sugeng (KH 10 JU) jenis Toyota Kijang, Nadie Yanepi (KH 19 JU) jenis Kijang Innova, Ali Damrah (KH 9 JU) jenis Kijang Innova, Karlin (KH 102 JU) jenis Toyota Kijang), dan Frans H Surentu (KH 8014 JU) Ford Ranger jenis Pick Up, dan sisa satu lagi yang masih di tempat dr Frans H Surentu yang belum dikembalikan Kijang Innova (KH 52 JU)," terangnya.[manan]


TAG