Disebut Hakim tidak Profesional, Ini Jawaban Kuasa Hukum Karyadi!

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Kuasa Hukum Karyadi, dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Buntok, Arlansyah SH, disebut Hakim sebagai Penasehat Hukum (PH) yang tidak profesional.

Hakim tunggal, Agustinus SH, yang memimpin sidang praperadilan atas nama pemohon Karyadi SIP, Kepala Bidang Dinas Perumahan, Kuburan dan Pemukiman (DPKP) Barsel menyebut Kuasa Hukum pemohon, yakni Arlansyah SH, dengan sebutan PH tidak profesional, pada sidang lanjutan praperadilan dengan agenda pembuktian surat dan menghadirkan saksi - saksi, Jumat (22/12/2017).

Hal ini ditengarai saksi - saksi yang dihadirkan oleh Arlansyah, yakni Plt Kepala DPKP Barsel, Cahyo Sampurno dan Kasie Bidang Kuburan, Oktavianus Baboe, tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Hakim, Jaksa maupun Arlansyah sendiri.

"Saya merasa kasihan, dengan klien Anda, dia (Karyadi) mempercayakan kasus ini pada Anda, tapi saksi - saksi yang Anda hadirkan di persidangan ini, semuanya tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, kalau begini Anda tidak profesional sebagai PH," sebut Agustinus, kepada Arlansyah di ruang sidang.

Menjawab sebutan tersebut, ditemui KabarKalteng seusai sidang, Arlansyah, mengatakan, sebenarnya dia menolak dituding sebagai PH yang tidak profesional. Mengapa saksi - saksi yang hadir tersebut, tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan dalam persidangan, menurut Arlansyah, bukan kesalahannya sebagai PH. Sebab saksi yang dihadirkan dalam persidangan tersebut, merupakan orang - orang yang ditunjuk langsung oleh Karyadi, selaku pemohon dalam sidang praperadilan tersebut.

"Yang pilih saksi - saksi tersebut, kan klien saya, karena dia (Karyadi) yang tahu persis, siapa rekan kerjanya yang tahu mengenai kasus ini. Saya hanya menyarankan saja, kepada klien saya, agar dia memilih dua orang disiapkan menjadi saksi yang meringankan dirinya," kilah Arlansyah.

Sidang praperadilan itu sendiri, berdasarkan permohonan dari Karyadi SIP, yang tidak terima dirinya ditetapkasn sebagai tersangka, dalam kasus korupsi dana proyek pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) APBD Barsel Tahun 2016. Gugatan praperadilan dilayangkan oleh Karyadi, melalui Kuasa Hukmnya, Arlansyah SH, dengan termohon Kepala Kejaksaan Barito Selatan, tertanggal 12 Desember 2017.

Karyadi sendiri, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajari Barsel, berdasarkan surat penyidikan khusus,dengan Nomor Sprint: 517/Q.2.15/fd.1/10/2017, setelah sebelumnya diperiksa beberapa kali sebagai saksi kasus PJU, sejak 23 Januari 2017.[tampetu]


TAG