2018, Empat Kecamatan di Pulpis Masuk Program DPUPR Provinsi

Print Friendly and PDF


PULANG PISAU - Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) yang merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Bukan hanya itu, daerah ini juga sangat berpotensi untuk mengembangkan produk-produk pertanian lainnya.

Untuk mendorong meningkatnya hasil pertanian tersebut dan mendukung program ketahanan pangan di Pulpis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada tahun 2018 mengalokasikan beberapa program pembangunan dan rehabilitasi saluran, pintu air dan jaringan irigasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kalteng, Erlin Hardi saat dikonfirmasi KabarKalteng, Minggu (24/12/2017) mengatakan, Kabupaten Pulpis merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Kalimantan Tengah. Untuk mendorong dan lebih meningkatkan lagi hasil pertanian di daerah itu, Bidang SDA sudah membuat beberapa program pembangunan pintu air dan rehabilitasi saluran dan jaringan irigasi yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2018.

Adapun untuk program tersebut, kata Erlin Hardi, akan difokuskan di empat kecamatan, yakni Kahayan Hilir, Pandih Batu, Maliku dan Sebangau Kuala.

"Empat kecamatan ini menjadi perhatian khusus bidang SDA Kalteng, sebab daerah itu merupakan sentra penghasil pertanian terbesar di Pulpis," ujar Erlin Hardi yang sebelumnya pernah menjabat Bidang SDA DPUPR Pulang Pisau itu.

Menurut Erlin, alokasi anggaran yang akan digelontorkan untuk mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Pulpis berkisar 9 miliar, yang bersumber dari APBD provinsi dan APBN pusat.

Sebelumnya juga kata Erlin, pada tahun 2017 Bidang SDA Kalteng sudah melaksanakan beberapa program pembangunan, seperti pintu air dan rehabilitasi jaringan irigasi di Kecamatan Kahayan Hilir. Pembangunan dan rehabilitasi ini untuk mengantisipasi menurunnya kemampuan jaringan irigasi yang berakibat menurunnya ketersediaan air.

"Penurunan ketersediaan air ini kalau tidak diantisipasi akan berdampak pada ketahanan pangan dan mengganggu kemampuan produksi padi dan hasil pertanian lainnya," ungkapnya.[manan]


TAG