Ariulah...!!! Jembatan Peninggalan Kolonial Jadi Tempat Berdagang

Print Friendly and PDF


TAMIANG LAYANG - Jembatan bersejarah peninggalan Kolonial, di Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Barito Timur, kini jadi tempat berdagang dan semrawut.

Memprihatinkan dan tidak terawat, itu yang pertama kali tampak, ketika melihat kondisi bangunan jembatan penyeberangan di Kelurahan Ampah, Kecamatan Dusun Tengah, Bartim.

Kepada Kabar Kalteng, Jumat (10/11/2017) Rory Katha (24) salah satu tokoh pemuda Ampah, sangat menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya menurut dia, bangunan jembatan yang penuh dengan nilai sejarah semacam itu, semestinya dirawat dan dilestarikan. Selain sebagai media pendidikan sejarah, bisa juga dimanfaatkan sebagai sarana wisata.

"Sangat disayangkan, karena kurangnya perhatian dari pemerintah Bartim, aset bersejarah seperti jembatan ini, hanya akan jadi tinggal kenangan saja," ketus Rory.

Selain merusak pemandangan, Rory juga mengkhawatirkan masyarakat yang melakukan aktivitas perdagangan di atas jembatan tersebut.

"Itukan bangunannya sudah reot dan lapuk, kalau nanti intensitas dan jumlah orang yang berdagang di atasnya terlalu banyak, bisa berbahaya runtuh dan mungkin saja akan memakan korban jiwa," ucap Rory bernada khawatir.[adi]


TAG