• Latest News

    Selasa, 17 Oktober 2017

    Retribusi Pelabuhan Jelapat Capai 80 Persen


    BUNTOK - Sampai Oktober 2017, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Barito Selatan yang bersumber dari retribusi Pelabuhan Jelapat, telah mencapai 80 persen atau lebih kurang Rp120 juta, dari target pendapatan retribusi Pelabuhan Jelapat tahun 2017 sebesar Rp150 juta yang telah disetorkan Dinas Perhubungan Barsel.

    Ini sesuai data yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Barsel, Sintanu, melalui petugas pemungut pajak retribusi pelabuhan Jelapat, Leriden Erkin, Rabu (18/10/2017).

    "Ya kurang lebih Rp120 juta yang kami setorkan ke kas daerah, melalui bendahara penerimaan Dishub, adalah hasil pajak retribusi Pelabuhan Jelapat," tutur petugas retribusi pelabuhan Jelapat, yang akrab dipanggil Atak ini.

    Sumber penghasilan pelabuhan yang berlokasi di Kelurahan Jelapat, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel ini berasal dari kerjasama kontrak 3 usaha penitipan pasir uruk, 2 usaha penitipan rotan, truk tangki Coconut Palm Oil (CPO) dan sandaran tongkang CPO.

    Sedangkan untuk dasar pungutan sendiri, Atak mengakui pihaknya masih menggunakan Peraturan Daerah Barsel, nomor 9 tahun 2011, tentang Retribusi Jasa Usaha.

    "Dasar pungutan masih menggunakan Perda Nonor 9 Tahun 2011, jadi tidak lebih dan juga tidak kurang," jelas Atak.

    Untuk nilai pungutan sendiri, masih terlalu kecil dibandingkan dengan nilai kerugian yang diterima oleh Daerah. Hal ini diungkapkan sebelumnya oleh Kepala Bidang Pelayaran Dishub Barsel, Yoga P Utomo.

    Dengan besaran pungutan yang didasari Perda Barsel Nomor 9 Tahun 2011 yakni Rp50 ribu untuk sandaran kapal tongkang, Rp3.000 untuk retribusi angkutan ban 6 dan Rp.2.000 per ton untuk angkutan muatan.

    "Nilai pungutannya sangat minim, dibandingkan dengan kerugian daerah Barsel, akibat dilintasi oleh angkutan tersebut," ungkap Yoga.

    Mengapa kemudian Perda Barsel terkait retribusi jasa usaha ini, harus diperbaharui. Menurut Yoga sangat penting, karena angkutan CPO yang masing - masing truk, muatannya melebihi kapasitas jalan yang dilalui.

    "Jalan dalam kota Buntok ini kan kelas 3, yang artinya ketahanannya hanya angkutan berkapasitas 8 ton. Namun karena retribusi perlintasan jalan kini jadi tanggung jawab Provinsi, makanya untuk menutupi kerugian tersebut nilai pungutan sudah semestinya ditingkatkan dengan segera menetapkan Perda baru, terkait retribusi jasa usaha ini," tegas Yoga.[tampetu]


    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Retribusi Pelabuhan Jelapat Capai 80 Persen Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top