Pasca Kecelakaan, Ruas Jalan Rusak di Jaweten Diperbaiki

Print Friendly and PDF


TAMIANG LAYANG - Ruas jalan Raya Tamiang Layang - Ampah di Desa Jaweten, Kecamatan Dusun Timur, Barito Timur yang rusak tiba - tiba diperbaiki pasca kecelakaan maut.

Dinyatakan salah satu saksi mata, Yuyu (32), jalan rusak di desa Jaweten sebagai penyebab kecelakaan maut, Rabu (18/10/2017) lalu yang menewaskan warga desa Jaweten, atas nama Yanus D Bie (64). Kerusakan jalan raya Tamiang Layang - Ampah, di Desa Jaweten tersebut pun segera diperbaiki, Kamis (19/10/2017).

"Gara - gara jalan ini rusak, makanya korban mengalami tabrakan dan meninggal di tempat kejadian. Krinologinya korban dari arah Jaweten menuju Simpang Naneng, namun karena jalan rusak, korban pun berusaha menghindari, tapi dari arah berlawanan ada pengemudi motor dengan kecepatan tinggi, tabrakan pun tidak bisa dihindari," cerita Yuyu kepada Kabar Kalteng, Kamis (19/10/2017), sembari menunjuk ruas jalan rusak yang tengah diperbaiki.

Kepada Kabar Kalteng, konsultan pengawas lapangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Iwan Sucipto mengatakan, bahwa memang ruas jalan yang masuk dalam ruas jalan lintas provinsi tersebut masih dalam masa pemeliharaan rutin.

"Memang masih dalam masa pemeliharaan rutin, dana APBN tahun anggaran 2017 mas," tukas Iwan.

Mengenai kenapa jalan yang pemeliharannya menjadi tanggung jawab PT Tabalong, pusat Kabupaten Tanjung tersebut, baru dikerjakan pasca kecelakaan, Iwan memberikan alasan bahwa sebelumnya pihaknya baru saja selesai mengerjakan pemeliharaan jalan di ruas depan kantor Kepolisian Resort Bartim.

"Kan sebelumnya kami masih mengerjakan yang di depan Polres Bartim. Baru selesai kemarin, makanya hari ini baru bisa mengerjakan yang di ruas ini (Jaweten), tidak ada sangkut pautnya dengan kecelakaan maut," kilah Iwan.

Dilanjutkan Iwan, ruas jalan di desa Jaweten, sebenarnya sudah ditambal dengan aspal kelas 2 pada satu bulan sebelumnya.

"Entah kenapa, kok cepat sekali tambalan satu bulan sebelumnya di ruas ini (Jaweten), sudah kembali rusak? Padahal aspal yang digunakan adalah kelas 2, tapi mungkin karena padatnya lalu lintas angkutan berat, yah jadinya cepat rusak," tutur Iwan.[adi/tampetu]


TAG