Kelompok Tani Jawuk Hante, Ancam Laporkan Perambah Hutan

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Kelompok Tani Jawuk Hante (KTJH) Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan mengancam akan melaporkan para perambah hutan di wilayah kerja mereka.

Acaman ini disuarakan Ketua KTJH, Welli Noton John, Rabu (18/10/2017). Ancaman ini muncul karena pihak KTJH, merasa gerah dengan aksi beberapa oknum masyarakat yang sengaja mengatasnamakan masyarakat desa Kalahien, melakukan aktivitas perambahan hutan tanpa izin.

"Pokoknya kami akan laporkan, ada beberapa oknum yang mengatasnamakan masyarakat, tanpa izin merambah hutan di wilayah kerja kami," ancam Welli.

Diyakini Welli kegiatan oknum yang mengatasnamakan Kelompok Tani Ngenat Bomoh telah melakukan aktivitas ilegal, dengan memperjual belikan lahan seluas 1.200 Hektare di wilayah Jawuk Hante, Desa Kalahien.

Lahan tersebut diketahui dijual, kepada oknum mantan pejabat yang kemudian menggarap wilayah tersebut dengan eksavator tanpa bisa menunjukan izin lingkungannya.

"Masa lahan seluas 1.200 hektare dimiliki oleh satu orang saja, bagaimana dengan legalitas kepemilikannya? Apalagi lahan itu kemudian digarap dengan menggunakan alat berat, tanpa bisa menunjukan bukti perizinannya," pertanyakan Welli.

Guna menelusuri kebenaran isu tersebut, Kabar Kalteng kemudian mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Barsel, Rabu (18/10/2017).

Fakta mengejutkan pun ditemukan, karena memang benar ternyata aktivitas perambahan hutan yang diterangkan oleh Welli, memang belum terdata dan tak berizin.

Sebelumnya, Sabtu (29/9/2017)  Kabar Kalteng sempat menemui oknum yang dituding sebagai pelaku perambahan hutan tanpa izin. Dia mengakui bahwa benar adanya, ia memiliki lahan seluas 1.200 Hektare di wilayah Jawuk Hante desa Kalahien dan Desa Madara.[tampetu]


TAG