Bandara Sanggu Beroperasi Tahun 2018

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Kelas II B Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, direncanakan beroperasi pada tahun 2018.

Hal ini disampaikan oleh Kepala UPBU Klas II B Sanggu, Agus P kepada Kabar Kalteng, Rabu (11/10/2017) di kantornya.

"Alhamdullilah, akhirnya Bandara Sanggu diizinkan beroperasi tahun depan (2018) oleh Dirjen Perhubungan Udara," ucap Agus.

Bandara Sanggu diberikan kuota 15 tempat duduk per minggu dengan jadwal penerbangan satu kali dalam seminggu. Sedangkan untuk rute penerbangan sendiri, Bandara Sanggu menyediakan rute Buntok - Banjarmasin pergi pulang.

"Kuota tersebut sudah sesuai dengan permintaan masyarakat Barsel, melalui surat jaminan yang diberikan oleh Pemda Barsel," terang Agus.

Ditambahkan Agus lagi, untuk jenis penerbangannya, bandara Sanggu hanya menyediakan layanan penerbangan perintis.

"Dengan kondisi runway (lintasan) bandara yang hanya sepanjang 750 meter, maka jenis pelayanan penerbangan adalah penerbangan perintis," jelas Agus.

Kenapa rute penerbangan menuju Banjarmasin yang dipilih, menurut Agus, hal itu didasari permintaan masyarakat. Sebab di Banjarmasin, pilihan tujuan penerbangan komersial lebih banyak dibandingkan di Palangka Raya.

Selain itu, jarak tempuh Buntok - Palangka Raya lewat jalur darat, sekarang lebih pendek, yakni hanya 3 jam perjalanan. Sedangkan ke Banjarmasin lebih lama, mencapai 9 jam perjalanan. Sehingga perhitungan efisiensi waktu dan biaya, rute Buntok - Banjarmasin lebih disetujui oleh Dirjen Perhubugan Udara.

"Kan masyarakat mintanya ke Banjarmasin, karena pilihan penerbangannya lebih banyak dibanding di Palangka Raya. Selain itu, akses darat Buntok - Palangka Raya kan sekarang lebih pendek, karena jalan semua bagus. Jadi kalau kita bikin rute Buntok - Palangka Raya lagi, maka yang terjadi adalah penumpang pesawat tidak ada," tegas Agus.

Harga tiket penerbangan lebih murah, karena disubsidi pemerintah. Diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk menggunakan transportasi udara. Karena dengan perhitungan biaya normal satu jam perjalanan Buntok - Banjarmasin, hanya dikisaran Rp500 ribu. Ini sangat murah bila dibandingkan dengan penerbangan non subsidi yang tarif satu jam penerbangan mencapai Rp1,2 juta.

"Maka dari itu masyarakat Barsel semestinya lebih antusias menggunakan transportasi udara. Karena biayanya kan disubsidi oleh pemerintah, murah kok dengan efisiensi waktu yang luar biasa jauh dibandingkan dari transportasi darat," tutup Agus.[tampetu]


TAG