• Latest News

    Jumat, 15 September 2017

    Pekerjaan Hexapod Tidak Sesuai Standar Mutu, Perusahaan Lempar Tanggung Jawab!


    BUNTOK - Ditemukan kualitas pekerjaan Hexapod, yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017, dengan besar anggaran mencapai Rp13,8 miliar, tidak sesuai standar, PT Restu Mulia Cipta Mandiri (RMCM) sebagai pelaksana, lempar tanggung jawab dengan menyalahkan sub Kontraktor.

    Hasil investigasi Kabar Kalteng, Kamis (7/9/2017) setelah adanya keluhan dari mantan pekerja dan pekerja aktif di pelaksanaan pekerjaan pembuatan krib dan hexapod di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, menemukan bahwa benar informasi yang dikeluhkan oleh E, eks pekerja pada kegiatan tersebut.

    E menyebutkan bahwa pekerjaan hexapod, yang merupakan bagian dari krib (pemecah arus) yang berlokasi di hulu jembatan Kalahien tersebut tidak sesuai standar yang seharusnya.

    "Banyak hexapod yang dibuat tidak sesuai dengan apa yang diberi tahukan oleh pihak konsultan mas," tukas E.

    Selain itu E juga mengeluhkan dirinya yang diberhentikan oleh pihak perusahaan, sebab membocorkan kwalitas pekerjaan kepada konsultan. "Konsultan kan tanya berapa cincin ruas tiangnya? Ya saya jawab saja dua sesuai perintah pengawas, kemudian saya lihat konsultan marah sama pengawas, sebab kata konsultannya cincin di tiap ruas tiang itu harusnya tiga bukan dua. Gara - gara kejadian itu, saya kemudian diberhentikan dari pekerjaan," keluh E bernada kesal.

    Hal senada juga diungkapkan oleh A salah satu pekerja aktif di kegiatan tersebut. A mengungkapkan bahwa standar pekerjaan yang dilanggar oleh pihak PT RMCM terkait pembuatan Hexapod tersebut adalah, mengurangi mutu pekerjaan dari seharusnya berupa pengurangan cincin pada kerangka besi pembentuk Hexapod, yakni dari yang seharusnya ada tiga cincin di tiap ruas tiang dijadikan hanya dua.

    "Bahkan yang ditandai kami dengan tulisan LIDO itu mas (sembari menunjukan), cincin di setiap ruasnya hanya satu, sama dengan yang lain - lain yang ada di bagian bawahnya, tapi yang paling banyak dua kami buat, sesuai dengan perintah atasan," tuturnya.

    Fakta pun diperkuat pada saat Kabar Kalteng melakukan investigasi, ditemukan puluhan kerangka Hexapod yang siap di cor beton cincin di tiap ruasnya hanya dibuat dua buah saja.

    Pada saat yang bersamaan, Hasanusi pengawas sekaligus sub kontraktor yang mengerjakan Hexapod dan krib. Mengakui bahwa seharusnya cincin pada tiap ruas tiang hexapod tersebut adalah tiga buah.

    "Ya harus tiga buah dan kita memang selalu buatkan tiga buah di setiap ruas tiang," jelaskan Hasanusi.

    Ditemui di kantornya, Jerry selaku General Superintendent (GS) PT RMCM, memberikan keterangan yang berbelit - belit. Awalnya dia mengatakan, bahwa seharusnya cincin di setiap ruas tiang adalah dua (sembari menunjukan gambar) rancangan Hexapod di dinding. Namun setelah dikonfirmasikan oleh Hasanusi, bahwa seharusnya cincin di setiap ruas adalah tiga, Jerry kemudian melempar tanggung jawab kepada Hasanusi.

    "Itukan tanggung jawab pak Hasan selaku sub kontraktor, yang mengerti bagaimana teknisnya. Apalagi saya kan jarang ada di lapangan, makanya pengawasan pekerjaan dan kwalitasnya menjadi tanggung jawab sub kontraktor," kilah Jerry.


    Ketika kembali dipertanyakan Kabar Kalteng kepada Hasanusi, mengenai siapa yang memerintahkan bahwa cincin di tiap ruas tiang Hexapod dijadikan dua buah saja, Hasanusi hanya menjawab atas perintah atasan.

    "Kami kan petunjuk pekerjaan semuanya dari atasan mas, apa yang atasan perintahkan, itu yang kami jalani," tegas Hasan.

    Untuk diketahui, Hexapod dan Krib adalah bangunan, yang dikenal dengan sebutan umum Pemecah Arus. Hexapod dan Krib berfungsi untuk mengurangi tekanan arus pada sepadan sungai, yang seringkali tekanan arus ini merupakan penyebab utama Abrasi pada tepian sungai, sehingga sungai menjadi melebar dan mendangkal.

    Selain itu Hexapod dan Krib di Desa Kalahien, adalah bangunan yang diperuntukan sebagai pengendali tekanan arus sungai, agar tidak menggerus tanah di pondasi jembatan Kalahien, guna menjaga agar pondasi jembatan tetap kokoh.[tampetu]



    • Komentar
    • Facebook Komentar

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pekerjaan Hexapod Tidak Sesuai Standar Mutu, Perusahaan Lempar Tanggung Jawab! Rating: 5 Reviewed By: Kabar Kalteng
    Scroll to Top